Jumat, 13 Februari 2015

HARUSKAH AKU PERGI?

HARUSKAH AKU PERGI?
                Pagi hari telah datang, matahari tersenyum telah menampakkan sinarnya, para makhluk di dunia pun memulai aktifitasnya masing masing.
                Ada seorang anak yang bernama Dira Ayu Liyanti dia adalah anak salah satu penjual bakso dan pangsit yang bersekolah di SMA Harapan Bangsa dan sahabtnya yaitu bernama Angelin Alifia Wijaya yang karab di panggil fia , Sinta Dwi Nastiti yang biasa akrab di panggil Sindi. Mereka adalah anak anak yag berprestasi dan sering mendapatkan juara kelas, mereka memulai persahabatannya dari sebuah ekstrakulikuler TEATER dan di situlah mereka mulai bersahabat dan juga melalui kegiataan PMR yang anggotanya Laksana Kresna Mahardika yang biasa akrab di panggil Dika , Nadhifa Qurrota Meilawati yang akrab di panggil Dhifa , Rendy Saputra Diva yang akrab di panggil Rendy, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan kebetulan sekali Rendy adalah seorang cowok tampan yang di idam idamkan oleh setiap cewek.
                Pada suatu hari saat mereka tengah latihan PMR berita baru muncul dari bibir Fia yang mengatakan jika Rendy tengah menjalin hubungan dengan Dhifa. Entah mengapa perasaan Dira sakit sekali mendengar itu, apa mungkin dia suka terhadap Rendy
“ hei.. ada berita baru “ ucap Fia dengan suara cetar membahananya itu, yang mungkin bisa merusak gendang telinga, haha
“ berita apa?? Aku kepo masak “ ucap Dira dengan suara yang di lebay lebaykan
“ ini nih.. kalian tau kan Rendy?? “ ucap Fia dengan sedikit pelan
“ hah.. Rendy? Ya tau lah, Rendy yang ganteng itu kan? Yang sekelas sama Dira? “ ucap Rika dengan lantangnya
“ iya.. Rendy itu, kalian tau gak.. “ ucap Fia yang berusa membuat teman temannya penasaran
“ ya belom lah, kamu ini gimana sih, kamu aja belum ngasih tau kita, mau tau darimana coba kita kalau kamu belum cerita, ya elah.. “ ucap Dika
“ ini anak ya.. aku ngomong bener bener keles.... “ ucap Fia yang mungkin geregetan dengan ucapan Dika
“ emang ada apa sih fi sama Rendy? “ ucap dira penasaran
“ jadi gini.. mungkin kalian semua pasti kaget yaa.. “
“ halah.. kelamaan cepet cerita gk sabar nih “ ucap Sindi dengan suara cemprengnya
“Rendy itu.... em.... kasih tau gak ya... “ ucap Fia dengan ekspresi yang bikin sebel
“ apa.an... cepet kasih tau... “ ucap Siti yang penasaran
“ Rendy itu...... pacaran sama Dhifa ! “ ucap Fia
“ hah?????? “ ucap semua orang yang berada di UKS
“yang bener dong kamu kalau ngomong “ ucap Dira yang tidak percaya
“iya.. mana mungkin dia mau sama anak yang namanya Dhifa?? “ ucap Rika dengan nada yang meremehkan
                Yah, Dhifa memang seorang gadis pendiam , berkacamata dan juga enggan mau bicara dengan seseorang, dan itu semua membuat semua teman temannya agak tidak suka dengan dia. Pada suau saat di kelas terjadi kericuhan dan kegurauan antara Dira dengan Rendy dan juga teman teman sekelas mereka berdua.
“ hoi... gosip baru gosip baru.. “ ucap Dira dengan suara lantang
“ apa eh... apa eh.. ? “ ucap Icha
“ Rendy pacaran sama Dhifa... “ ucap Dira dengan penuh semangat
“ hah? Yang benar saja? Kamu tidak berbohong? “ ucap Icha
“ tidak, aku tidak berbohong aku sungguh sungguh, tanya aja sama Rendy sendiri “ ucap Dira
“ Ren.. apa benar kamu pacaran dengan Dhifa? “ ucap Icha dengan penuh keyakinan
“ iya.. memangnya kenapa? Ada yang salah ?, aku tahu kalau Dhifa memang banyak yang membenci namun aku mencintainya dengan tulus “ ucap Rendy dengan watados nya
DUUARRR.....
                Entah apa yang terjadi namun serasa ada petir yang menyambar hati Dira saat ini, yah, memang Dira telah menyukai Rendy sejak pertama mereka bertemu , namun itu semua sia sia karena Rendy telah memilih gadis lain daripada dia
“ tuhan.. ada apa denganku? Kenapa aku jadi seperti ini? Hatiku sakit tuhan melihat mereka berdua pacaran, aku tidak sanggup untuk menahan ini semua, aku ingin Rendy menjadi kekasihku tuhan, aku mohon tolong satukan aku dengannya tuhan, aku sangat menyayangi dia” ucap Dira dalam hatinya
“ hei Dira, ada apa kamu terlihat tidak ikhlas seperti itu, apa kamu menyukai Rendy? “ ucap icha dengan nada berusaha untuk meyakinkan
“ a.. apa? Tidak aku sama sekali tidak menyukainya, aku tadi hanya termenung memikirkan kesehatanku saja, tidak ada maksud lain “ ucap dinda dengan sedikit terbata bata
“apa? Kamu sakit?? Sakit apa? “ ucap Icha
“ sudahlah aku capek, aku tidak mau membahasnya lagi “ ucap dinda dengan malasnya
                Pagi hari muncul kembali, seperti biasa para makhluk di dunia melakukan aktifitasnya masing masing termasuk Dira yang selalu berangkat sekolah pagi pagi seklai yang bertujuan untuk menunggu Rendy datang ke sekolah. Namun semua itu sia sia orang yang ia tunggu tunggu datang bersama Dhifa pacarnya. Tidak terasa buliran buliran bening yang sedari tadi menganak di pelupuk matanya jatuh begitu saja setelah melihat sang pujaan hatinya bersama sahabatnya
“ Dira? Kamu kenapa? Kenapa kamu menangis? “ ucap sindi yang tiba tiba datang tidak tau darimana asalnya
“ aku benci dia beb *nunjuk Dhifa* “ ucap Dira di sela sela isakannya
“ lha? Ada apa dengannya? “ ucap Sindi kepo
“ dia udah ngerebut Rendy dari aku, dia udah bikin mood ku ilang Sin, aku benci sama dia “ ucap dinda
“ apa? Jadi kamu selama ini suka sama Rendy ? “ ucap Sindi yang tidak percaya dengan ucapan Dira barusan
Dengn spontan Dira langsung meuntup mulutnya, entah karna apa mungkin karena Dira terlalu benci dengan Dhifa dan secara tidak sadar Dira melontarkan kata kata itu
“ ti.. ti.. tidak, aku tidak suka dengannya “ ucap Dira dengan sangat terbata bata dan mencoba menghapus air matanya
“ sudahlah Ra... kamu tidak perlu menutupinya, aku sangat tau sifatmu “ ucap Sindi yang coba menenangkan Dira
“ iya.. aku memang menyukainya tapi.. Sin dia tidak bisa merasakan itu, aku sangat sakit Sin, apalagi dia menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri “ ucap Dira, entah mengapa buliran buliran bening yang tadinya di hapus kini menganak lagi di pelupuk matanya dan terjatuh tanpa Dira sadari
“ sudahlah Ra.. kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik lagi dari dia “ ucap Sindi yang coba menenangkan Dira
“ tapi Sin.. aku tidak bisa.. Rendy adalah seseorang yang sangat aku sayangi dan aku cintai, dia seperti belahan jiwaku Sin.. aku sangat ingin sekali  menjalin hubungan dengan dia, namun mungkin itu semua hanya hayalan saja Sin, aku mana mungkin bisa menjalin hubungan dengannya, dia tampan, sementara aku? Aku hanya anak gadis dari seorang penjual bakso “ ucap Dira dengan nada sedih
“ janga berfikir seperti itu Ra.. mungkin saja suatu saat Rendy bakalan sama kamu , apa masalahnya kalau kamu anak penjual bakso? Apakah ada yang salah? Tidak kan? Itu salah satu pekerjaan yang halal Ra.. “ ucap Sindi dengan nada sedikit keras
“ tapi aku malu dengan Rendy Sin.. Rendy adalah anak orang kaya, sementara aku? Aku hanya gadis miskin Sin “ ucap Dira sambil menutup mukanya yang bengak akibat menangis
“ sudahlah Ra.. semua sudah terjadi, kamu tinggal menunggu waktu yang tepat saja “ ucap Sindi yang coba menenangkan Dira
“ iya Sin aku akan berdoa saja “ ucap dinda dengan lemasnya
“ itu baru sahabatku “ ucap Sindi dengan wajah terhias senyum yang mengembang di wajahnya

***  TO BE CONTINUE ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar