HIV AIDS
Pagi
hari telah datang, matahari tersenyum telah menmpakkan sinarnya, para makhluk
di dunia pun memulai aktifitasnya masing masing.
Ada seorang anak bernama Dira Ayu
Ningsih. Ia seorang gadis yang bersekolah di sekolah elit yang khusus untuk anak-
anak kaya . ia di sana hanya mendapat beasiswa sebagai murid pintar,
keluarganya pun tidak kaya, ibunya seorang penjual kue dan ayahnya seorang
tukang becak tapi dirinya tidak mau mengakui itu semua karena malu dengan teman
temannya, akhirnya dia memutuskan untuk berbohong kepada teman - temannya.
Suatu hari di saat dia sedang
bersenang – senang dengan temannya dan juga kekasihnya, dia semalaman tidak
pulang ke rumah tapi malah menginap di rumah sang kekasihnya dan alhasil ibunya
yang bernama Sulastri dan ayahnya yang bernama Rusdi mencari keliling
menggunakan becaknya, ibunya menagis karena sang anak tidak ketemu juga
“yah, ibu takut terjadi apa apa dengan Dira yah, dia gadis
yah, ibu takut jika Dira kenapa napa yah, ibu takut sekali yah” ucap sang ibu
kepada sang ayahnya
“ sudah lah bu.. kita cari saja, siapa tahu di suatu tempat
ketemu “ ucap sang ayah yang coba menenangkan fikiran sang ibu
“ tapi ini sudah
lewat jam 9 yah, tidak biasanya Dira pulang selarut ini, apalagi sampai harus
kita cari, dulu semenjak SMP dan baru masuk SMA Dira tidak pernah seperti ini,
ibu takut yah “ ucap sang ibu yang penuh dengan kekhawatiran
Ya..
memang benar Dira adalah dulunya anak yang tidak suka keluar dan palagi sampai
tidak pulang, namun semua itu hilang ketika ia duduk di bangku SMA dengan anak
anak sekelilingnya yang berasal dari orang kaya. Dira memang sangat berbeda
dari yang dulu sampai sekarang, akibat pergaulan bebas Dira terpancing oleh
teman – temannya untuk berfoya foya dan menghabiskan uang orang tua yang telah
mereka cari dengan susah payah, Dira selalu saja membantah dan sesekali lancang
kepada orang tuanya, entah setan apa yang telah merasuki tubuhnya
***
Pagi
pun datang kembali, matahari senantiasa menampakkan sinarnya untuk para makhluk
di duniakembali memulai aktifitasnya. Terdengar suara kericuhan di rumah Dira
“ yah... Dira belum pulang juga sampai jam segini “ucap sang
ibu dengan nada khawatir
Tiba – tiba Dira datang dengan wajah yang pucat dan
memegangi kepalanya, entah apa? Mungkin dia sedikit pusing
“ alhamdulillah kamu pulang juga nak, ibu khawatir denganmu
“ ucap sang ibu sembari memegang wajah anaknya dan juga mengeluarkan bulir
bulir benih yang jatuh dari matanya
“ iya bu.. “ ucap Dira dengan nada malas
“ muka kamu kenapa nak? Kok pucat seperti itu, kepalam juga
kenapa nak? Apa yang terjadi denganmu, apa kamu melakukan sesuatu” ucap sang
ibu dengan nada khawatir
“ udah deh bu.. aku capek mau istirahat, ibu jangan ngomong
sembarangan ya, aku tidak pernah melakukan hal – hal aneh yang kamu pikirkan!” ucapnya
dengan nada kasar sembari menepis tangan sang ibu
“ apa kamu bilang? Kamu memanggil ibu dengan kata “KAMU”?
Dasar anak durhaka kamu, ibu tidak habis pikir dengan kamu, kamu yang dulunya
lembut, penyabar, penyayang yang tidak seperti ini, kenapa malah seperti ini?
Apa ibu ada salah kepada kamu? “ ucap sang ibu yang terus mengeluarkan bulir
bulir bening yang sedari tadi tergenang di pelupuk matanya
“ iya.. ibu memang ada salah denganku, aku menyesal, kenapa
kau di lahirkan di keluarga yang miskin dan tidak kaya seperti ini? Aku sangat
menyesali itu, dan ibu tau satu lagi apa, ibu dan ayah sudah membuat hidupku
hancur berantakan seperti ini, aku malu bu terhadap teman – temanku yang kaya
dan pendidikan orang tuanya tinggi, tidak seperti ibu dan ayah, aku benci
tinggal di gubuk ini, aku menyesal telah di lahirkan oleh KAMU!” ucapnya degan nada kasar
to be continue... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar