Kamis, 12 Februari 2015

HIV AIDS (NYAWAKU HILANG DI RENGGUT HIV)


HIV AIDS
            



    Pagi hari telah datang, matahari tersenyum telah menmpakkan sinarnya, para makhluk di dunia pun memulai aktifitasnya masing masing.
Ada seorang anak bernama Dira Ayu Ningsih. Ia seorang gadis yang bersekolah di sekolah elit yang khusus untuk anak- anak kaya . ia di sana hanya mendapat beasiswa sebagai murid pintar, keluarganya pun tidak kaya, ibunya seorang penjual kue dan ayahnya seorang tukang becak tapi dirinya tidak mau mengakui itu semua karena malu dengan teman temannya, akhirnya dia memutuskan untuk berbohong kepada teman -  temannya.
Suatu hari di saat dia sedang bersenang – senang dengan temannya dan juga kekasihnya, dia semalaman tidak pulang ke rumah tapi malah menginap di rumah sang kekasihnya dan alhasil ibunya yang bernama Sulastri dan ayahnya yang bernama Rusdi mencari keliling menggunakan becaknya, ibunya menagis karena sang anak tidak ketemu juga
“yah, ibu takut terjadi apa apa dengan Dira yah, dia gadis yah, ibu takut jika Dira kenapa napa yah, ibu takut sekali yah” ucap sang ibu kepada sang ayahnya
“ sudah lah bu.. kita cari saja, siapa tahu di suatu tempat ketemu “ ucap sang ayah yang coba menenangkan fikiran sang ibu
  tapi ini sudah lewat jam 9 yah, tidak biasanya Dira pulang selarut ini, apalagi sampai harus kita cari, dulu semenjak SMP dan baru masuk SMA Dira tidak pernah seperti ini, ibu takut yah “ ucap sang ibu yang penuh dengan kekhawatiran
                Ya.. memang benar Dira adalah dulunya anak yang tidak suka keluar dan palagi sampai tidak pulang, namun semua itu hilang ketika ia duduk di bangku SMA dengan anak anak sekelilingnya yang berasal dari orang kaya. Dira memang sangat berbeda dari yang dulu sampai sekarang, akibat pergaulan bebas Dira terpancing oleh teman – temannya untuk berfoya foya dan menghabiskan uang orang tua yang telah mereka cari dengan susah payah, Dira selalu saja membantah dan sesekali lancang kepada orang tuanya, entah setan apa yang telah merasuki tubuhnya
***
                Pagi pun datang kembali, matahari senantiasa menampakkan sinarnya untuk para makhluk di duniakembali memulai aktifitasnya. Terdengar suara kericuhan di rumah Dira
“ yah... Dira belum pulang juga sampai jam segini “ucap sang ibu dengan nada khawatir
Tiba – tiba Dira datang dengan wajah yang pucat dan memegangi kepalanya, entah apa? Mungkin dia sedikit pusing
“ alhamdulillah kamu pulang juga nak, ibu khawatir denganmu “ ucap sang ibu sembari memegang wajah anaknya dan juga mengeluarkan bulir bulir benih yang jatuh dari matanya
“ iya bu.. “ ucap Dira dengan nada malas
“ muka kamu kenapa nak? Kok pucat seperti itu, kepalam juga kenapa nak? Apa yang terjadi denganmu, apa kamu melakukan sesuatu” ucap sang ibu dengan nada khawatir
“ udah deh bu.. aku capek mau istirahat, ibu jangan ngomong sembarangan ya, aku tidak pernah melakukan hal – hal aneh yang kamu pikirkan!” ucapnya dengan nada kasar sembari menepis tangan sang ibu
“ apa kamu bilang? Kamu memanggil ibu dengan kata “KAMU”? Dasar anak durhaka kamu, ibu tidak habis pikir dengan kamu, kamu yang dulunya lembut, penyabar, penyayang yang tidak seperti ini, kenapa malah seperti ini? Apa ibu ada salah kepada kamu? “ ucap sang ibu yang terus mengeluarkan bulir bulir bening yang sedari tadi tergenang di pelupuk matanya
“ iya.. ibu memang ada salah denganku, aku menyesal, kenapa kau di lahirkan di keluarga yang miskin dan tidak kaya seperti ini? Aku sangat menyesali itu, dan ibu tau satu lagi apa, ibu dan ayah sudah membuat hidupku hancur berantakan seperti ini, aku malu bu terhadap teman – temanku yang kaya dan pendidikan orang tuanya tinggi, tidak seperti ibu dan ayah, aku benci tinggal di gubuk ini, aku menyesal telah di lahirkan oleh KAMU!” ucapnya degan nada kasar

to be continue... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar