HARUSKAH AKU PERGI?
Pagi hari telah datang, matahari tersenyum telah menampakkan
sinarnya, para makhluk di dunia pun memulai aktifitasnya masing masing.
Ada
seorang anak yang bernama Dira Ayu Liyanti dia adalah anak salah satu penjual
bakso dan pangsit yang bersekolah di SMA Harapan Bangsa dan sahabtnya yaitu
bernama Angelin Alifia Wijaya yang karab di panggil fia , Sinta Dwi Nastiti
yang biasa akrab di panggil Sindi. Mereka adalah anak anak yag berprestasi dan
sering mendapatkan juara kelas, mereka memulai persahabatannya dari sebuah
ekstrakulikuler TEATER dan di situlah mereka mulai bersahabat dan juga melalui
kegiataan PMR yang anggotanya Laksana Kresna Mahardika yang biasa akrab di
panggil Dika , Nadhifa Qurrota Meilawati yang akrab di panggil Dhifa , Rendy
Saputra Diva yang akrab di panggil Rendy, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dan kebetulan sekali Rendy adalah seorang cowok tampan yang di idam idamkan
oleh setiap cewek.
Pada
suatu hari saat mereka tengah latihan PMR berita baru muncul dari bibir Fia
yang mengatakan jika Rendy tengah menjalin hubungan dengan Dhifa. Entah mengapa
perasaan Dira sakit sekali mendengar itu, apa mungkin dia suka terhadap Rendy
“ hei.. ada berita baru “ ucap Fia dengan suara cetar
membahananya itu, yang mungkin bisa merusak gendang telinga, haha
“ berita apa?? Aku kepo masak “ ucap Dira dengan suara yang
di lebay lebaykan
“ ini nih.. kalian tau kan Rendy?? “ ucap Fia dengan sedikit
pelan
“ hah.. Rendy? Ya tau lah, Rendy yang ganteng itu kan? Yang
sekelas sama Dira? “ ucap Rika dengan lantangnya
“ iya.. Rendy itu, kalian tau gak.. “ ucap Fia yang berusa
membuat teman temannya penasaran
“ ya belom lah, kamu ini gimana sih, kamu aja belum ngasih
tau kita, mau tau darimana coba kita kalau kamu belum cerita, ya elah.. “ ucap
Dika
“ ini anak ya.. aku ngomong bener bener keles.... “ ucap Fia
yang mungkin geregetan dengan ucapan Dika
“ emang ada apa sih fi sama Rendy? “ ucap dira penasaran
“ jadi gini.. mungkin kalian semua pasti kaget yaa.. “
“ halah.. kelamaan cepet cerita gk sabar nih “ ucap Sindi
dengan suara cemprengnya
“Rendy itu.... em.... kasih tau gak ya... “ ucap Fia dengan
ekspresi yang bikin sebel
“ apa.an... cepet kasih tau... “ ucap Siti yang penasaran
“ Rendy itu...... pacaran sama Dhifa ! “ ucap Fia
“ hah?????? “ ucap semua orang yang berada di UKS
“yang bener dong kamu kalau ngomong “ ucap Dira yang tidak
percaya
“iya.. mana mungkin dia mau sama anak yang namanya Dhifa?? “
ucap Rika dengan nada yang meremehkan
Yah,
Dhifa memang seorang gadis pendiam , berkacamata dan juga enggan mau bicara
dengan seseorang, dan itu semua membuat semua teman temannya agak tidak suka
dengan dia. Pada suau saat di kelas terjadi kericuhan dan kegurauan antara Dira
dengan Rendy dan juga teman teman sekelas mereka berdua.
“ hoi... gosip baru gosip baru.. “ ucap Dira dengan suara
lantang
“ apa eh... apa eh.. ? “ ucap Icha
“ Rendy pacaran sama Dhifa... “ ucap Dira dengan penuh
semangat
“ hah? Yang benar saja? Kamu tidak berbohong? “ ucap Icha
“ tidak, aku tidak berbohong aku sungguh sungguh, tanya aja
sama Rendy sendiri “ ucap Dira
“ Ren.. apa benar kamu pacaran dengan Dhifa? “ ucap Icha
dengan penuh keyakinan
“ iya.. memangnya kenapa? Ada yang salah ?, aku tahu kalau
Dhifa memang banyak yang membenci namun aku mencintainya dengan tulus “ ucap
Rendy dengan watados nya
DUUARRR.....
Entah
apa yang terjadi namun serasa ada petir yang menyambar hati Dira saat ini, yah,
memang Dira telah menyukai Rendy sejak pertama mereka bertemu , namun itu semua
sia sia karena Rendy telah memilih gadis lain daripada dia
“ tuhan.. ada apa denganku? Kenapa aku jadi seperti ini? Hatiku sakit
tuhan melihat mereka berdua pacaran, aku tidak sanggup untuk menahan ini semua,
aku ingin Rendy menjadi kekasihku tuhan, aku mohon tolong satukan aku dengannya
tuhan, aku sangat menyayangi dia” ucap Dira dalam hatinya
“ hei Dira, ada apa kamu terlihat
tidak ikhlas seperti itu, apa kamu menyukai Rendy? “ ucap icha dengan nada
berusaha untuk meyakinkan
“ a.. apa? Tidak aku sama sekali
tidak menyukainya, aku tadi hanya termenung memikirkan kesehatanku saja, tidak
ada maksud lain “ ucap dinda dengan sedikit terbata bata
“apa? Kamu sakit?? Sakit apa? “
ucap Icha
“ sudahlah aku capek, aku tidak
mau membahasnya lagi “ ucap dinda dengan malasnya
Pagi
hari muncul kembali, seperti biasa para makhluk di dunia melakukan aktifitasnya
masing masing termasuk Dira yang selalu berangkat sekolah pagi pagi seklai yang
bertujuan untuk menunggu Rendy datang ke sekolah. Namun semua itu sia sia orang
yang ia tunggu tunggu datang bersama Dhifa pacarnya. Tidak terasa buliran
buliran bening yang sedari tadi menganak di pelupuk matanya jatuh begitu saja
setelah melihat sang pujaan hatinya bersama sahabatnya
“ Dira? Kamu kenapa? Kenapa kamu
menangis? “ ucap sindi yang tiba tiba datang tidak tau darimana asalnya
“ aku benci dia beb *nunjuk
Dhifa* “ ucap Dira di sela sela isakannya
“ lha? Ada apa dengannya? “ ucap
Sindi kepo
“ dia udah ngerebut Rendy dari
aku, dia udah bikin mood ku ilang Sin, aku benci sama dia “ ucap dinda
“ apa? Jadi kamu selama ini suka
sama Rendy ? “ ucap Sindi yang tidak percaya dengan ucapan Dira barusan
Dengn spontan Dira langsung
meuntup mulutnya, entah karna apa mungkin karena Dira terlalu benci dengan
Dhifa dan secara tidak sadar Dira melontarkan kata kata itu
“ ti.. ti.. tidak, aku tidak suka
dengannya “ ucap Dira dengan sangat terbata bata dan mencoba menghapus air
matanya
“ sudahlah Ra... kamu tidak perlu
menutupinya, aku sangat tau sifatmu “ ucap Sindi yang coba menenangkan Dira
“ iya.. aku memang menyukainya
tapi.. Sin dia tidak bisa merasakan itu, aku sangat sakit Sin, apalagi dia
menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri “ ucap Dira, entah mengapa buliran
buliran bening yang tadinya di hapus kini menganak lagi di pelupuk matanya dan
terjatuh tanpa Dira sadari
“ sudahlah Ra.. kamu pasti akan
mendapatkan yang lebih baik lagi dari dia “ ucap Sindi yang coba menenangkan
Dira
“ tapi Sin.. aku tidak bisa..
Rendy adalah seseorang yang sangat aku sayangi dan aku cintai, dia seperti
belahan jiwaku Sin.. aku sangat ingin sekali
menjalin hubungan dengan dia, namun mungkin itu semua hanya hayalan saja
Sin, aku mana mungkin bisa menjalin hubungan dengannya, dia tampan, sementara
aku? Aku hanya anak gadis dari seorang penjual bakso “ ucap Dira dengan nada
sedih
“ janga berfikir seperti itu Ra..
mungkin saja suatu saat Rendy bakalan sama kamu , apa masalahnya kalau kamu
anak penjual bakso? Apakah ada yang salah? Tidak kan? Itu salah satu pekerjaan
yang halal Ra.. “ ucap Sindi dengan nada sedikit keras
“ tapi aku malu dengan Rendy
Sin.. Rendy adalah anak orang kaya, sementara aku? Aku hanya gadis miskin Sin “
ucap Dira sambil menutup mukanya yang bengak akibat menangis
“ sudahlah Ra.. semua sudah
terjadi, kamu tinggal menunggu waktu yang tepat saja “ ucap Sindi yang coba
menenangkan Dira
“ iya Sin aku akan berdoa saja “
ucap dinda dengan lemasnya
“ itu baru sahabatku “ ucap Sindi
dengan wajah terhias senyum yang mengembang di wajahnya
*** TO BE CONTINUE ^_^




